Bunga Amirilis / Amarilis / Amarilys


Bunga Amarilis (Hipeastrum) mekar dalam kelompok tiga atau lebih, bunga yang menyerupai lily ini lebarnya delapan sampai sepuluh inci. Bunganya terletak pada bagian tangkainya Tingginya dapat mencapai dua kaki. Daunnya yang panjang seperti pita tumbuh langsung dari umbi bunga.

Amarilis mempunyai warna yang beragam antara lain: merah, putih, merah jambu, salmon, dan jingga. Ada juga yang bergaris dan berwarna campuran.

Jenis Amarilis berkembang setiap musim semi dan mampu bertahan lebih dari tujuhpuluh lima tahun bila dirawat dengan baik. Bunga tersebut akan berkembang selama enam sampai delapan minggu. Penggantian pot selama satu sampai dua tahun akan memacu tanaman untuk terus berbunga.

Sumber : http://agricenter.jogjaprov.go.id/index.php?action=generic_content.main&id_gc=291

MENANAM tanaman hias menjadi hobi para ibu-ibu di Desa Pandansari, Kalikidang, Taman dan Kaligua, Labupaten Brebes, Jawa Tengah. Terutama mereka yang tinggal di kanan-kiri jalan menuju obyek wisata agro di sekitar Perkebunan Teh Kaligua Kecamatan Paguyangan Kabupaten Brebes.

“Semula menanam tanaman hias sekedar hobi, kini dijadikan penghasilan tambahan,” kata ibu rumah tangga yang rumahnya berada di sebelah kiri sebelum pos penjagaan pintu gerbang perkebunan Teh Kaligua, Suwi (36) Minggu (14/10).

Menurut Suwi, para pengunjung dari luar daerah sepulang dari Kaligua banyak yang membeli tanaman hias buat oleh-oleh. Di halaman rumahnya banyak terdapat tanaman hias seperti papirus, cemara balon, cemara pinus, lantana, tapak dara dan amarilis. “Pada bulan Oktober ini, amarilis lagi musim berkembang. Banyak para cowok yang membeli amarilis buat ceweknya,” tutur Suwi.

Amarilis termasuk jenis bunga bakung yang sama-sama termasuk suku Amaryllidaceae. Amarilis memiliki mahkota yang cantik dalam warna cerah dan menawan. Dibanding bunga bakung, amarilis bentuknya lebih indah, karena memiliki detail warna terang disertai degradasi warna lain di setiap kelopaknya bagaikan lukisan abstrak. Keelokan amarilis dapat dilihat dari komposisi daun yang berhadapan bagaikan kipas. Sedangkan bunganya berbentuk terompet berbibir enam. Warna bunganya beraneka ragam. Ada amarilis merah darah, merah tua, putih bercorak garis merah, ungu, kuning markonah dan merah muda. Tangkai perbungaannya berongga, muncul dari umbi. Tiap perbungaan terdiri dari 2-6 kuntum yang mekar serentak.

Media tanaman sangat memudahkan bagi penggemar tanaman hias. Karena dapat ditanam di perkarangan maupun di dalam pot bunga. Keuntungan jika ditanam di dalam pot, selagi berbunga bisa dipajang di dalam ruangan. Kini bunga yang berasal dari Amerika Selatan ini banyak dijumpai di pekarangan penduduk Kaligua dan sekitarnya. Pembudidayaan amarilis juga tergolong mudah. Karena bisa dibiakkan melalui biji, umbi anak dan umbi induk.

Penanaman di dalam pot sebaiknya menggunakan media campuran tanah dengan humus dengan perbandingan 3:1. Setelah ditanam hendaknya pot diletakkan di tempat teduh atau di bawah naungan dan jangan sampai kena hujan. Penyiraman dilakukan seperlunya saja. Pemupukan sebaiknya menggunakan pupuk cair yang dapat dikerjakan 2 kali seminggu.

Tanaman yang berasal dari biji akan berbunga setelah 2-3 tahun. Tanaman berasal dari umbi anak dalam jangka satu tahun telah menghasilkan bunga. Sedangkan tanaman yang berasal dari umbi induk dapat berbunga salam waktu dua bulan.

Harga di tempat penjualan bunga, satu potnya berkisar Rp 40.000. Sedangkan para pengunjung wisata Perkebunan Teh Kaligua bisa membeli kepada penduduk setempat cukup dengan uang Rp 20.000 perpotnya (hamidinkrazan)

Sumber : http://atisaduso.blogspot.com/2008/09/amirilis-kado-romantis-dari-kaligua.html

MENANAM tanaman hias menjadi hobi para ibu-ibu di Desa Pandansari, Kalikidang, Taman dan Kaligua, Labupaten Brebes, Jawa Tengah. Terutama mereka yang tinggal di kanan-kiri jalan menuju obyek wisata agro di sekitar Perkebunan Teh Kaligua Kecamatan Paguyangan Kabupaten Brebes.

“Semula menanam tanaman hias sekedar hobi, kini dijadikan penghasilan tambahan,” kata ibu rumah tangga yang rumahnya berada di sebelah kiri sebelum pos penjagaan pintu gerbang perkebunan Teh Kaligua, Suwi (36) Minggu (14/10).

Menurut Suwi, para pengunjung dari luar daerah sepulang dari Kaligua banyak yang membeli tanaman hias buat oleh-oleh. Di halaman rumahnya banyak terdapat tanaman hias seperti papirus, cemara balon, cemara pinus, lantana, tapak dara dan amarilis. “Pada bulan Oktober ini, amarilis lagi musim berkembang. Banyak para cowok yang membeli amarilis buat ceweknya,” tutur Suwi.

Amarilis termasuk jenis bunga bakung yang sama-sama termasuk suku Amaryllidaceae. Amarilis memiliki mahkota yang cantik dalam warna cerah dan menawan. Dibanding bunga bakung, amarilis bentuknya lebih indah, karena memiliki detail warna terang disertai degradasi warna lain di setiap kelopaknya bagaikan lukisan abstrak. Keelokan amarilis dapat dilihat dari komposisi daun yang berhadapan bagaikan kipas. Sedangkan bunganya berbentuk terompet berbibir enam. Warna bunganya beraneka ragam. Ada amarilis merah darah, merah tua, putih bercorak garis merah, ungu, kuning markonah dan merah muda. Tangkai perbungaannya berongga, muncul dari umbi. Tiap perbungaan terdiri dari 2-6 kuntum yang mekar serentak.

Media tanaman sangat memudahkan bagi penggemar tanaman hias. Karena dapat ditanam di perkarangan maupun di dalam pot bunga. Keuntungan jika ditanam di dalam pot, selagi berbunga bisa dipajang di dalam ruangan. Kini bunga yang berasal dari Amerika Selatan ini banyak dijumpai di pekarangan penduduk Kaligua dan sekitarnya. Pembudidayaan amarilis juga tergolong mudah. Karena bisa dibiakkan melalui biji, umbi anak dan umbi induk.

Penanaman di dalam pot sebaiknya menggunakan media campuran tanah dengan humus dengan perbandingan 3:1. Setelah ditanam hendaknya pot diletakkan di tempat teduh atau di bawah naungan dan jangan sampai kena hujan. Penyiraman dilakukan seperlunya saja. Pemupukan sebaiknya menggunakan pupuk cair yang dapat dikerjakan 2 kali seminggu.

Tanaman yang berasal dari biji akan berbunga setelah 2-3 tahun. Tanaman berasal dari umbi anak dalam jangka satu tahun telah menghasilkan bunga. Sedangkan tanaman yang berasal dari umbi induk dapat berbunga salam waktu dua bulan.

Harga di tempat penjualan bunga, satu potnya berkisar Rp 40.000. Sedangkan para pengunjung wisata Perkebunan Teh Kaligua bisa membeli kepada penduduk setempat cukup dengan uang Rp 20.000 perpotnya (hamidinkrazan)

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.