Bunga Krisan / Krisantemum / Chrysanthemum


Peluang untuk mengembangkan budidaya tanaman krisan, guna memenuhi kebutuhan baik dalam maupun luar negri agaknya tetap terbuka. Seiring dengan permintaan bunga potong krisan yang semakin meningkat maka peluang agribisnis perlu terus dikembangkan.

Menurut Erik, dalam pengembangan budidaya krisan, AMARTA melakukan transfer teknologi dan praktik langsung budidaya green house dengan material lokal seperti bambu. Praktik ini bukan hal yang baru dalam pengembangan dan budidaya krisan.

Sistem yang dipakai selama ini, cukup dengan menggunakan tutup plastik tembus cahaya matahari, sehingga produktivitas bunga krisan pada saat panen tidak serentak. Padahal, kata Erik, untuk memenuhi permintaan pasar produk bunga krisan harus serentak panen (siap petik-red). Makanya sistem ini perlu dimodifikasi dengan cahaya lampu.

Salah satu kekurangan iklim Indonesia adalah penyinaran cahaya matahari yang tidak begitu panjang. Sehingga untuk mendapatkan hasil yang maksimal (serentak panen-red), maka tanaman bunga tersebut harus diperpanjang pencahayaannya dengan menambahkan pencahayaan selama tiga jam.

“Kelemahan pertanian di Indonesia adalah sangat tergantung pada iklim dan intensitas matahari sehingga hal ini sangat memengaruhi musim panen dan juga rentan penyakit. Oleh karena itu, perlu dilakukan modifikasi-modifikasi yang memungkinkan, salah satunya adalah pemberian cahaya lampu di green house tersebut,”ungkap terang Erik.

Perkiraan analisis budidaya tanaman krisan seluas 0,5 ha dengan jarak tanam 10 x 10 cm.
•    Biaya produksi
1.    Sewa lahan 1 tahun Rp. 1.500.000,-
2.    Bibit : 500.000 batang @ Rp. 50,- Rp. 25.000.000,-
3.    Pupuk dan kapur
- Pupuk kandang: 15.000 kg @ Rp. 150,- Rp. 2.250.000,-
- Urea: 4.150 kg @ Rp. 1.500,- Rp. 6.225.000,-
- ZA: 4.600 kg @ Rp. 1.250,- Rp. 5.750.000,-
- SP-36: 525 kg @ Rp. 2.000,- Rp. 1.050.000,-
- KCl: 125 kg @ Rp. 1.650,- Rp. 206.250,-
- KNO3: 2.375 kg @ Rp. 4.000,- Rp. 9.500.000,-
- Kapur pertanian: 2000 kg @ Rp.200,- Rp. 400.000,-
4.    Pestisida Rp. 1.500.000,-
5.    Biaya tenaga kerja
- Penyiapan lahan 50 HKP @ Rp. 10.000,- Rp. 500.000,-
- Pemupukan 10 HKP + 20 HKW Rp. 250.000,-
- Penanaman 5 HKP + 50 HKW Rp. 425.000,-
- Pemeliharaan 5 HKP + 100 HKW Rp. 800.000,-
6. Biaya lain-lain (pajak, iuran, alat) Rp. 500.000,-
7.    Jumlah biaya produksi Rp. 55.856.250,-
•    Pendapatan 400.000 tanaman @ Rp. 225,- Rp. 90.000.000,-
•    Keuntungan Rp. 34.143.750,-
•    Parameter kelayakan usaha : 1. Rasio Output/Input =1,611

Keterangan: HKP Hari Kerja Pria, HKW Hari Kerja Wanita

Sumber : http://bisnisukm.com/bunga-krisan-potensi-untuk-menjadi-komoditas-ekspor.html

Bunga seruni, krisan, atau krisantemum adalah sejenis tumbuhan berbunga yang sering ditanam sebagai tanaman hias pekarangan atau bunga petik. Tumbuhan berbunga ini mulai muncul pada zaman Kapur.

Bunga seruni adalah bagian dari tumbuhan jenis kenikir-kenikiran atau Asteraceae yang mencakup bermacam-macam jenis Chrysanthemum.

Bunga nasional Jepang ini dalam bahasa Jepang disebut sebagai kikuka.

Krisan  Kuning

Krisan Pink

Krisan Kecil

Krisan satu Lapis

Krisan Ungu

Sumber : http://vibizlife.com/flowers_details.php?pg=flowers&id=3921&sub=flowers&awal=50&page=6

Bunga Krisan atau bunga seruni merupakan bunga yang indah, sehingga bunga ini biasa dibuat rangkaian untuk pernikahan karena selain bunga ini indah dan memiliki aneka warna tetapi juga daya tahan kesegarannya yang cukup lama. Banyak masyarakat menjadikan pembudidayaan Bunga Krisan sebagai agrobisnis karena jumlah permintaan pasar yang sangat besar, sehingga dapat dijadikan ladang usaha yang bagus. Adapula beberapa orang yang menekuni pembudidayaan bunga krisan sebagai kegiatan penyaluran hobi.

Bagi pemula yang berniat untuk membudidayakan bunga krisan, hal yang perlu diperhatikan bagaimana dapat memperoleh bibit bunga krisan. Bibit bunga krisan dapat berupa biji yang banyak diperjualbelikan di toko-toko bunga hias/ toko pertanian bunga. Bibit bunga krisan dapat juga diperoleh dari stek batang bunga krisan. Stek batang memiliki beberapa keuntungan dibanding dengan biji, antara lain: pertumbuhannya dan pembungaannya lebih cepat, mudah dilakukan.

Langkah-langkah untuk membuat bibit bunga krisan dari stek batang, yang pertama adalah mempersiapkan alat dan bahan. Alatnya antara lain: nampan plasik yang memiliki ukuran 30 x 20 x 3 cm, sekop kecil, pisau tajam/ cutter, sprayer. Bahannya antara lain; tanah, tumbuhan bunga krisan yang telah dewasa, , hormon perangsang akar (rootone), pupuk kandang, pupuk kompos, dan air. Langkah kedua adalah membuat media tanamnya. Tanah, pupuk kandang, pupuk kompos dicampur secara dengan perbandingan 1:1:1 dan diletakkan di nampan lalu diratakan. Buat lubang di media tanam dengan jarak 2 cm. Semprot dengan air menggunakan sprayer agar tanah menjadi lembab. Langkah ketiga yaitu memotong batang bunga krisan dengan ukuran 6-8 cm menggunakan pisau atau cutter yang tajam, lalu olesi dengan rootone, kemudian tanam ke media tanam yang telah disiapkan. Bibit yang telah ditanam diletakkan pada tempat yang teduh atau tidak terkena cahaya matahari langsung.

Selama pemeliharaan, penyiraman menggunakan sprayer dilakukan sebanyak dua kali yaitu siang hari dan sore hari. Dalam 2 minggu, bibit akan tumbuh secara normal, dan akan mengalami pembungaan sekitar 4 minggu setelah dewasa. Untuk merangsang pembungaan dapat diberi pupuk yang mengandung banyak kalium dan juga dapat dirangsang dengan penyinaran rutin pada malam hari. Setelah bunga mengeluarkan kuncup, bunga krisan dapat dipasarkan. Selamat mencoba.

Sumber : http://www.kulinet.com/baca/perbanyakan-bibit-bunga-krisan-dengan-stek-batang/504/

bunga-potong-krisan

Krisan, adalah salah satu jenis bunga potong yang cukup familiar bagi manusia. Tidak hanya di Indonesia tapi juga sudah dikenal di dunia. Hal itu karena prospek budidaya krisan sebagai bunga potong sangat cerah, didukung dengan pasar yang sangat potensial, karena tanaman hias krisan merupakan salah satu tanaman bunga potong yang penting di dunia. Diantara pasar potensial tersebut adalah Jerman, Inggris, Swiss, Italia, Austria, America Serikat, Swedia dsb.

Saat ini krisan termasuk bunga yang paling populer di Indonesia karena memiliki beberapa keunggulan antara lain warna bunganya cukup beragam seperti merah tua, kuning, hijau, putih, campuran merah putih dan lainnya, Bunga krisan juga tahan lama dalam pot selama 10 hari. Selain itu, bunga krisan juga memiliki jenis yang cukup banyak, sedikitnya ada 55 varietas.

Dari beberapa jenis varietas, krisan berwarna kuning dan hijau adalah yang paling banyak dicari. Persentasenya bisa mencapai 90%, sementara sisanya memilih warna-warna lain.

Peluang untuk mengembangkan budidaya tanaman krisan, guna memenuhi kebutuhan baik dalam maupun luar negeri tetap terbuka. Seiring dengan permintaan bunga potong krisan yang semakin meningkat maka peluang agribisnis perlu terus dikembangkan. Regional Agribusiness Competitiness Specialist Amarta (lembaga di bawah naungan USAID yang peduli dengan kondisi pertanian), Erik Meliala, mengungkapkan, seiring permintaan bunga potong krisan yang semakin meningkat, maka peluang agribisnis tanaman ini sangat menarik dikembangkan sebagai lahan investasi.

Di Indonesia, Tanah Karo merupakan daerah yang memproduksi bunga krisan tetapi produksinya belum bisa memenuhi permintaan pasar, bahkan untuk pasar Medan sekalipun. Karena tingginya permintaan bunga di Kota Medan seringkali harus mendatangkannya dari wilayah Jawa Barat.

“Ini kan suatu hal yang sangat disayangkan. Padahal kita punya lahan dan potensi yang cukup besar namun untuk pasar di Kota Medan saja, kita tak bisa memenuhinya,”ungkap Erik.

Menurut Erik, peluang pasar bunga krisan Tanah Karo sudah bisa mencapai Singapura yang secara geografis lebih dekat dengan Sumatera Utara dibandingkan dengan wilayah Jawa Barat.

“Sebagai bahan informasi bunga krisan dari Singapura itu didatangkan dari Jawa Barat lho. Nah, peluang ini justru tidak dapat dimanfaatkan oleh petani krisan di Tanah Karo,”ungkapnya.

Bunga asli China yang dikembangkan oleh Jerman dan Belanda ini, menurut Erik, sudah sejak lama dibudidayakan di Indonesia termasuk di Tanah Karo. Namun kenyataannya perkembangannya tidak menggembirakan. Kemajuan budidaya yang dilakukan para petani bunga di krisan di Tanah karo tidak semaju budidaya yang dikembangkan oleh petani di Jawa Barat. Ini terbukti dari kurang bisanya petani bunga krisan di Tanah Karo memenuhi permintaan pasar.

Sumber : http://bisnisukm.com/bunga-krisan-potensi-untuk-menjadi-komoditas-ekspor.html

Krisan, bunga bulan November, bunga musim gugur. Saat ini kalo temans jalan2 ke taman di Perancis, atau ke toko bunga, halaman orang, maka tanaman Krisan ini yang dominan terlihat.

Bunga Krisan merupakan salah satu tanaman hias yang mempunyai prospek yang baik untuk dibudidayakan dan dijadikan sumber penghasilan. Karena itu Tanaman Krisan atau Seruni yang punya nama latin Chrysanthemum (awas jangan keseleo nulis jadi Chrysanthenum ) ini mendapatkan giliran pertama seri tanaman bunga / tanaman hias yang dibahas di Ibujempol.com. Silakan disimak, yee.

Bunga Krisan masih sodaraan dengan bunga Aster, Daisy, sama sama masuk famili Asteraceae. Keunggulan Krisan terletak pada masa tanamnya yang singkat dan harganya yang stabil, keaneka-ragaman warna dan bentuk bunganya, juga karena sebagai bunga potong, krisan bisa tahan lebih dari 2 minggu di vas. Krisan pot bahkan bisa bertahan sampai hitungan bulan.

Krisan sebenarnya bunga asli dari kawasan Asia Timur, seperti Korea, Jepang dan China Utara tapi saat ini lebih banyak ditanam di negara eropa dan amerika.
Krisan di Perancis disebut Chrysanthème , merupakan bunga yang diasosiasikan dengan duka dan kematian. Krisan putih banyak digunakan untuk pemakaman, dan juga di tanggal 1 November pada saat perayaan La Toussaint (All Saints), Krisan warna warni diserbu untuk menghiasi kuburan. Kalo di Indonesia keknya Krisan dipake untuk bunga di pernikahan juga ya? Di Amrik juga keknya Krisan itu bunga untuk keceriaan.

Kuburan Berbunga Krisan
Kuburan Berbunga Krisan

Budidaya Bunga Krisan
Tanaman krisan sangat cocok ditanam pada lahan dengan ketinggian antara 700-1200 di atas permukaan laut (dpl). Untuk daerah yang curah hujannya tinggi, penanaman harus dilakukan di dalam bangunan rumah plastik, karena krisan gak tahan terpaan air .
Untuk pembungaan bunga ini butuh cahaya yang lebih lama, makanya perlu bantuan cahaya dari lampu TL dan lampu pijar. Penyinaran paling baik di tengah malam antara jam 22.30–01.00 dengan lampu 150 watt untuk areal 9 meter persegi, dan lampu dipasang setinggi 1,5 meter dari permukaan tanah. Periode pemasangan lampu dilakukan sampai fase vegetatif (2-8 minggu) untuk mendorong pembentukan bunga.

Aneka Bunga Krisan
Aneka Bunga Krisan

Suhu udara terbaik untuk daerah tropis seperti Indonesia adalah antara 20-26 derajat selsius. Toleran suhu udara untuk tetap tumbuh adalah 17-30 derajat selsius.
Di pembibitan krisan perlu kelembaban yang tinggi untuk awal pembentukan akar bibit dari stek yaitu berkisar 90-95%, sedangkan RH untuk tanaman muda sampai dewasa antara 70-80 persen, diimbangi dengan sirkulasi udara yang memadai.

Tanaman krisan mulai berbunga pada umur 10–14 minggu setelah tanam, tergantung pada jenis varietasnya. Saat panen yang paling tepat untuk krisan standar adalah ketika bunga telah setengah mekar atau 3-4 hari sebelum mekar penuh. Krisan tipe sprai dapat dipanen bila 75-80% dari seluruh kuntum bunga dalam satu tangkai telah mekar penuh.
Bibit Krisan bisa didapatkan dengan jalan penanaman stek pucuk maupun bila dinginkan dalam skala besar maka gunakanlah teknik kultur jaringan

Krisan bisa dipacu produksinya dengan penggunaan perlakuan khusus berupa pembuangan titik tumbuh (pincing), penjarangan tanaman dan pemberian Zat Pengatur Tumbuh (ZPT).

Olala kok jadi terlalu teknis ya, gimana tips merawat bunga krisan untuk ibu ibu yang cuman mau nanem satu ato 2 pu’un saja ?
Gampang. Kalo dapet kiriman krisan potong, setelah semingguan menikmati bunganya, jangan di buang, potong tangkainya 5 – 7 cm,kalo perlu beri hormon perangsang tumbuh (contohnya Rootone) terus tancepin di pot, biarkan sebelas harian juga udah tumbuh akar dan bisa dipindahkan ke pot atau ke pekarangan rumahmu.
Bisa juga dari benih ./ biji yg dibeli dlm sanchet. Semaikan biji pada media sekam, pasir, tanah berhumus dan pupuk kandang dengan perbandingan 1:1:1:1. Agar media terbebas dari bakteri pembusuk, kukus media sebelum digunakan. Siramin teratur, ngasih pupuk sbb : pada masa pertumbuhan (hingga dua bulan) beri pupuk lengkap seperti gandasil, hyponex atau complesal dengan kadar nitrogen tinggi. Ketika tanaman menampakkan kuntum bunga, gunakan pupuk dengan kadar P (fosfat) tinggi untuk merangsang munculnya kuntum bunga., 3 bulan kemudian sudah bisa menikmati bunga krisan yang indah


Manfaat Krisan bagi kesehatan.

Krisan jenis Chrysanthemum morifolium or Chrysanthemum indicum, yang warna putih atau kuning bisa dijadikan teh krisan ato Chrysanthemum Tea.
Khasiatnya untuk menyembuhkan influenza, jerawat dan mengobati panas dalam dan sakit tenggorokan. Bole juga untuk obat demam, mata panas dan berair, pusing2 serta untuk membersihkan liver.

Sumber : http://www.ibujempol.com/bunga-krisan/

Tanaman hias krisan merupakan bunga potong yang penting di dunia. Prospek budidaya krisan sebagai bunga potong sangat cerah, karena pasar potensial yang dapat berdaya serap tinggi sudah ada. Diantara pasar potensial tersebut adalah Jerman, Inggris, Swiss, Italia, Austria, Amerika Serikat, Swedia dan sebagainya.
Saat ini krisan termasuk bunga yang paling populer di Indonesia karena memiliki keunggulan, yaitu bunganya kaya warna dan tahan lama. Bunga krisan terdiri atas sedikitnya 55 varietas, antara lain Pink Paso Dobel, Reagan, Salmon Impala, Klondike, Gold van Langen, Ellen van Langen, Yellow Puma dan Peach Fiji. Warnanya pun cukup beragam, yaitu merah tua, kuning, hijau, putih, campuran merah putih dan lainnya. Bunga elok itu kesegarannya dapat bertahan tidak layu di vas bunga hingga dua minggu sesudah dipetik.
“Jumlah varietas krisan memang banyak. Tapi, kami tidak menanam kesemuanya, kecuali hanya sekitar 11 jenis. Jenis-jenis itu kami pilih karena permintaan pasar lokal yang memang menyukainya. Dari kesebelas jenis itu, krisan berwarna kuning dan hijau yang paling banyak dicari. Persentasenya mencapai 90 persen, sementara sisanya memilih warna-warna lain,” ungkap Hantoko, pemilik kebun krisan asal Kecamatan Tutur Nongkojajar, Pasuruan, Jawa Timur.
Alhasil, peluang untuk mengembangkan budidaya tanaman krisan, guna memenuhi kebutuhan dalam maupun luar negeri agaknya tetap terbuka. Seiring permintaan bunga potong krisan yang semakin meningkat, maka peluang agribisnis tanaman ini sangat menarik dikembangkan sebagai lahan investasi.
Bila ingin mengembangkan budidaya bunga potong krisan, ada baiknya memahami betul tentang bunga ini, karena pemeliharaannya tergolong gampang-gampang susah. Menurut Hantoko, sebelum memutuskan membuka lahan untuk pembudidayaan krisan pada 2001 silam, ia lebih dulu mempelajari pola tanam hingga pemasaran ke berbagai daerah, bahkan hingga ke Bogor, Jawa Barat.
Ia sadar, membudidayakan krisan tidak segampang apel, agribisnis yang selama ini menjadi andalannya. Krisan, menurutnya, aslinya berasal dari luar negeri, tepatnya dari Belanda. Karena itu, tidak mudah membudidayakannya di sini, kecuali memenuhi persyaratan khusus, agar pengelolaannya tidak susah, dan bisa didapat hasil yang memuaskan.
Syarat-syarat tersebut diantaranya; bunga krisan sangat cocok ditanam pada lahan dengan ketinggian antara 700-1200 di atas permukaan laut (dpl). Namun, meski tanaman krisan membutuhkan air yang memadai, tetapi tidak tahan terhadap terpaan air hujan. Oleh karena itu, untuk daerah yang curah hujannya tinggi, penanaman dilakukan di dalam bangunan rumah plastik. Sedangkan untuk pembungaan membutuhkan cahaya yang lebih lama yaitu dengan bantuan cahaya dari lampu TL dan lampu pijar. Penambahan penyinaran yang paling baik adalah tengah malam antara jam 22.30–01.00 dengan lampu 150 watt untuk areal 9 meter persegi, dan lampu dipasang setinggi 1,5 meter dari permukaan tanah. Periode pemasangan lampu dilakukan sampai fase vegetatif (2-8 minggu) untuk mendorong pembentukan bunga.
Selain itu, suhu udara harus diatur sedemikian rupa. Suhu udara terbaik untuk daerah tropis seperti Indonesia adalah antara 20-26 derajat selsius. Toleran suhu udara untuk tetap tumbuh adalah 17-30 derajat selsius. Dan, tanaman krisan membutuhkan kelembaban yang tinggi untuk awal pembentukan akar bibit, setek diperlukan 90-95 persen. Tanaman muda sampai dewasa antara 70-80 persen, diimbangi dengan sirkulasi udara yang memadai. Sementara kadar CO2 di alam sekitar 3000 ppm. Kadar CO2 yang ideal untuk memacu fotosistesa antara 600-900 ppm. Pada pembudidayaan tanaman krisan dalam bangunan tertutup, seperti rumah plastik, greenhouse, dapat ditambahkan CO2, hingga mencapai kadar yang dianjurkan.
Ketika musim panen tiba, juga dibutuhkan ketelitian dalam memanennya. Tanaman krisan mulai berbunga pada umur 10–14 minggu setelah tanam, tergantung pada varietas atau kultivar. Hantoko menyebut, tanaman krisan siap dipanen setelah berumur tiga bulan. Saat panen yang paling tepat untuk krisan standar adalah ketika bunga telah setengah mekar atau 3-4 hari sebelum mekar penuh. Krisan tipe sprai dapat dipanen bila 75-80 persen dari seluruh kuntum bunga dalam satu tangkai telah mekar penuh.
Waktu panen yang paling baik adalah pagi hari saat temperatur udara tidak terlalu tinggi dan saat bunga krisan berturgor optimum. Hal yang penting diperhatikan dalam penentuan waktu panen adalah keadaan bunga tidak basah atau berembun atau sebab lain. Bunga yang basah akan mudah terserang cendawan penyebab penyakit busuk.
Pemanenan bunga krisan dapat dilakukan dengan dua cara, yaitu dipotong tangkainya atau dicabut seluruh tanamannya. Setelah itu, dipisahkan tangkai bunga berdasarkan tipe bunga, warna dan varietasnya. Lalu dibersihkan dari daun-daun kering atau terserang hama, dan daun-daun tua pada pangkal tangkai dibuang.
Kriteria utama bunga potong meliputi penampilan yang baik, menarik, sehat atau bebas hama dan penyakit. Kriteria ini dibedakan menjadi 3 kelas yaitu: kelas satu untuk konsumen di hotel dan florist besar. Untuk kelas ini, panjang tangkai bunga lebih dari 70 sentimeter, diameter pangkal tangkai bunga lebih 5 milimeter. Sedangkan kelas dua dan tiga untuk konsumen rumah tangga, florits menengah dan dekorasi massal. Kelas ini panjang tangkai bunga kurang dari 70 sentimeter dan diameter pangkal tangkai bunga kurang dari 5 milimeter.

Analisa Ekonomi
Perkiraan analisa budidaya tanaman krisan seluas 0,5 hektar, dengan jarak tanam 10×10 sentimeter, biaya dan keuntungan dapat diasumsikan perhitungannya secara sederhana seperti berikut.
1. Biaya produksi
1. Sewa lahan 1 tahun = Rp 1.500.000,-
2. Bibit : 150.000 batang @ Rp 250,- = Rp. 37.500.000,-
3. Pupuk dan kapur
- Pupuk kandang, Urea, ZA, SP-36, KCI, KN03, Kapur Pertanian, Pestisida:
150.000 x Rp 600,- = Rp 90.000.000,-
4. Biaya tenaga kerja
- Penyiapan lahan, pemupukan, penanaman, dan pemeliharaan:
5 HKP @ Rp 10.000,- x 30 = Rp 1.500.000,- + 5 HKW @ Rp 8.000,- x 30 = Rp 1.200.000,-
5. Biaya lain-lain (pajak, iuran, alat) = Rp 500.000,-
- Jumlah biaya produksi = Rp 132.200.000,-

2. Pendapatan 150.000 tanaman @ Rp 1.000,- = Rp 150.000.000,-
3. Keuntungan = Rp 17.800.000,-

Keterangan:
HKP : Hari Kerja Pria
HKW : Hari Kerja Wanita

Sumber : http://dongengdalam.blogspot.com/2007/09/peluang-investasi-budidaya-bunga-krisan.html

Memandang bunga krisan atau seruni yang sedang mekar memang memanjakan mata. Tah salah jika bangsa di Eropa menyebutnya Chrysanthemum, bahasa Yunani yang berarti kuning megah. Bahkan bangsa Jepang mengangkat bunga ini sebagai bunga nasional.

Memandang bunga krisan atau seruni yang sedang mekar memang memanjakan mata. Tak salah jika bangsa di Eropa menyebutnya Chrysanthemum, bahasa Yunani yang berarti kuning megah. Bahkan bangsa Jepang mengangkat bunga ini sebagai bunga nasional.

Bunga yang diduga berasal dari pegunungan Pyrenea (perbatasan Spanyol dan Perancis) ini memiliki aneka warna, seperti putih, kuning, salem, merah, pink dan violet. Krisan juga mempunyai banyak variasi kelopak: tunggal dan bertumpuk dengan ukuran kecil hingga super besar. Keindahan krisan memikat banyak orang.

Di Indonesia krisan lebih popular sebagai bunga potong dan bunga siap pajang yang dijual dalam pot. Tanaman yang masih termasuk keluarga Compositae ini sedikit manja dan membutuhkan perawatan khusus. Masuk akal karena asal krisan dari daerah subtropik yang beriklim dingin, sekitar 17 – 24 derajat C.

Krisan biasanya dikembang biakan dengan biji yang sebagian besar didatangkan dari Belanda. Sejauh ini bibit asal biji masih menjadi pilihan utama karena hasil yang seragam, perakarannya kuat dan masa berbunga lebih panjang. Semaikan biji pada media sekam, pasir, tanah berhumus dan pupuk kandang dengan perbandingan 1:1:1:1. Agar media terbebas dari bakteri pembusuk, kukus media sebelum digunakan.

Setelah bibit muda memiliki 5-8 lembar daun, pindahkan ke dalam pot atau ke lokasi tanam. Pada masa pertumbuhan krisan harus diberi naungan dan sinar buatan selama 16 jam sehari. Saat kuntum bunga mulai bermunculan, cahaya harus dikurangi 8 jam sehari agar warna bunga tidak pudar dan tangkai bunga tidak memanjang.

Pemisahan anakan, sambung pucuk dan stek pucuk cocok untuk menanam krisan yang menggunakan media pot. Stek pucuk disarankan karena lebih cepat menghasilkan bunga dibandingkan bibit yang berasal dari biji atau pemisahan anakan. Caranya, potong pucuk sepanjang 5 – 6 cm. Untuk mempercepat keluar akar, olesi pangkal batang dengan zat perangsang akar/rootone. Tanam di media yang telah disiapkan.

Pada masa pertumbuhan (hingga dua bulan) beri pupuk lengkap seperti gandasil, hyponex atau complesal dengan kadar nitrogen tinggi. Ketika tanaman menampakkan kuntum bunga, gunakan pupuk dengan kadar P (fosfat) tinggi untuk merangsang munculnya kuntum bunga. Lakukan pemupukan pagi hari sebelum matahari tinggi agar pupuk tidak menguap.

Tanaman krisan sangat rentan terhadap serangan hama. Kutu daun, ulat daun, karat daun dan busuk akar akibat jamur dan bakteri paling banyak dijumpai. Jaga kebersihan media dan lakukan penyemprotan fungisida seperti bonlate atau dithane M45 dan insektisida secara berkala.

Sumber : http://langitlangit.com/mod.php?mod=publisher&op=viewarticle&artid=86

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.