Bunga Matahari


Bunga matahari merupakan tanaman semusim. Tanaman ini diperbanyak dengan biji. Biji benih berasal dari bunga pertama induknya yang sudah tua. Caranya dengan penyemaian. Biji benih diambil dan ditabur dalam bekas yang mengandung tanah basah, ia mudah berkecambah dan cepat membesar. Jika hanya butuh sedikit, cukup menggunakan pot sebagai wahana persemaian. Untuk skala besar, semaikan di bedengan. Tunggu 10 hari sejak masa tabur, atau bila tinggi bibit sekitar 15-20 cm, baru boleh dipindahkan ke lokasi tanam. Satu lubang, cukup satu bibit. Jarak tanam sekurang-kurangnya 1 meter persegi. Jika terlalu rapat, batang tak akan berkembang dan bercabang. Besaran bunga pun akan mengecil, bahkan kerdil.

Tanaman sebaiknya ditanam pada tanah gembur. Di awal penanaman, taburkan 3 kg pupuk kandang (kotoran ayam, kotoran kambing, kotoran lembu) per bibit. Ulangi saat tanaman berumur sebulan. Berikan 25 gram ZA per batang. Di usia 1,5 bulan, tambahkan 15 gram TSP per batang. Jangan lupa, perhatikan saluran pembuangan air, hama dan penyakit yang bisa mendera. Umur 2 bulan, bunga dari batang utama mulai kuncup, diikuti cabang-cabang di ruas-ruas daun di bawahnya. Satu batang tanaman bisa menghasilkan 10-12 tangkai bunga.

Untuk pemeliharaan lakukan penyiraman setidaknya sekali sehari. Spesies pokok hiasan ini mampu menarik serangga yang turut membantu proses pendebungaan untuk menghasilkan biji benih bagi pertumbuhan anak benih baru.

Sumber : http://itawijaya.multiply.com/journal/item/7

BUNGA matahari atau disebut juga dengan nama latin Helianthus annuus L adalah tumbuhan asli dari Amerika Utara, daerah di sekitar Mexico, Cile dan Peru, yang berasal dari familia compositeae (asteraceae). Saat ini diperkirakan ada sekitar 67 spesies dalam genus helianthus ini.

Nama helianthus  diambil dari kata helios yang berarti matahari dan anthos berarti bunga. Alasan yang paling masuk akal kenapa disebut bunga matahari adalah karena bunga ini selalu menghadap ke arah datangnya sinar matahari. Ia bergerak mengikuti sumber cahaya terbesar tersebut. Fenomena seperti ini dikenal dengan istilah heliotropism.

Di Cina bunga ini dikenal dengan nama Xiang ri kui. Sementara di Indonesia sendiri ia mendapat banyak sebutan, di antaranya bunga panca matoari, teleng matoari, ledomata, kembang srengenge, kembang tampongare, bungong matuhori, sungeng, hingga purbanegara.

Rendah Kolesterol
Pada umumnya, bunga matahari ditanam oleh banyak keluarga untuk menghias taman atau halaman depan rumahnya. Bunganya yang kuning lebar seperti matahari lengkap dengan ornamen menyerupai sinar di sekelilingnya, membuat tanaman ini lebih cocok sebagai pemanis mata.

Herba yang berumur pendek (kurang dari setahun) ini tumbuh tegak setinggi 1 hingga 3 meter dengan bulu-bulu halus di seluruh bagiannya. Daunnya tunggal berbentuk jantung dengan bunga besar menyerupai cawan. Mahkota bunganya berbentuk mirip pita yang menyelimuti cawan di tepinya. Tepat di tengah-tengahnya terdapat bunga-bunga kecil yang berbentuk tabung dan berwarna coklat. Dan meski termasuk tanaman berbatang basah, bunga matahari ternyata justru lebih “nyaman” ditanam di area yang banyak mendapat sinar matahari.

Berdasarkan data dari Direktorat Gizi Departemen Kesehatan, biji bunga matahari ternyata mengandung gizi yang cukup lengkap. Ia mengandung minyak nabati dengan kadar kolesterol rendah, sehingga cocok  dikonsumsi mereka yang memiliki tekanan darah tinggi atau mengalami kelainan jantung.

Setara Minyak Zairun
Minyak biji bunga matahari kualitasnya dinilai hampir setara dengan minyak zaitun. Karena itu ia digunakan secara luas sebagai pengganti minyak-minyak sayur. Dan kualatis terbaik dari minyak  bunga matahari ini didapat dari varietas biji hitam dengan kandungan minyak sekitar 50 hingga 60 persen.

Dari beberapa literatur juga diketahui, biji bunga matahari berkhasiat diuretic (peluruh kencing), expectorant, dan bisa digunakan untuk meringankan demam, flu, batuk, sakit tenggorokan, atau penyakit paru-paru. Menurut Hartwell (1967–1971), pakar botani dan pengobatan herbal dari Amerika, bunga dan biji bunga matahari telah lama digunakan sebagai obat tradisional oleh warga Venezuela untuk mengobati kanker. Kadang, mereka juga mencampurnya dengan anggur.

Sementara itu, di mata Dr Setiawan Dalimarta, penulis tumbuhan obat dan juga ketua Bidang Pelayanan Sentra Pengembangan dan Penerapan Pengobatan Tradisional (Sentra P3T) DKI Jakarta, seluruh bagian bunga matahari ternyata memiliki khasiat obat. Katanya, “Bunganya bisa untuk menurunkan tekanan darah tinggi dan mengurangi nyeri atau bersifat analgesik. Misalnya, untuk mengurangi sakit kepala, sakit gigi, nyeri menstruasi, atau nyeri lambung.”

Ia menambahkan, bijinya bisa untuk meningkatkan nafsu makan, mengobati disentri berdarah, meringankan sakit campak, atau  meningkatkan gairah. Dari beberapa sumber, Dr Setiawan juga mengetahui bahwa akarnya bermanfaat untuk infeksi saluran kencing, radang saluran napas, batuk rejan dan keputihan. Daunnya bermanfaat untuk malaria dan anti radang.

Dalam suatu percobaan diketahui, sumsum dari batang dan dasar bunga (reseptaculum) yang berisi hemicellulose ternyata berhasil menghambat sarcoma  dan ehrlich asitic carcinoma pada tikus percobaan. “Karena itu ia juga bisa dimanfaatkan untuk mengobati kanker, misalnya kaker lambung dan kanker esophagus,” kata Dr Setiawan.

Biji bunga matahari merupakan salah satu sumber minyak terbesar, khususnya  minyak yang bisa dimakan. Tapi selain itu minyak bunga matahari  biasanya juga digunakan sebagai bahan margarin, sabun, minyak pelumas, penerangan, serta  saus salad. Bila dicampur dengan minyak biji rami,  minyak bunga matahari yang setengah jadi biasanya juga diajadikan sebagai bahan  cat atau pernis.

Tak hanya itu. Daun bunga matahari ternyata juga biasa dimanfaatkan untuk makanan ternak. Sedang batangnya mengandung serat yang sering digunakan untuk bahan kertas. Saat ini, juga sedang dilakukan penelitian tentang kemungkinan penggunaan minyak bunga matahari untuk bahan bakar diesel.

Bahaya Bagi Ibu Hamil
Dengan segala manfaatnya, ternyata ada beberapa hal yang perlu diperhatikan ketika mengkonsumsi atau menggunakan minyak bunga matahari. “Yang paling penting adalah, jangan sampai diminum oleh ibu yang sedang hamil atau sedang menyusui,” pesan Dr. Amarullah H. Siregar, MSc, PhD, ahli naturopati dan homeopati. Hal itu disebabkan karena dalam bunga matahari terkandung zat yang disebut inulin yang berfungsi untuk melebarkan dan melancarkan organ atau saluran pernapasan, sehingga bisa berbahaya bagi bayinya.

Tapi, menurut Dr. Siregar, sampai saat ini ia belum terdengar kasus keracunan bagi orang dewasa yang mengkonsumsinya. “Bisa dibilang bunga matahari ini relatif aman. Apalagi ia banyak mengandung mineral, besi, kalium, kalsium, fosfor, magnesium dan natrium yang bermanfaat buat tubuh,” ujarnya. Cuma, ia mengingatkan, pemakaian bunga matahari atau obat-obatan tradisional lainnya akan lebih aman jika dikonsultasikan dengan dokter atau ahli

Beberapa Resep Bunga Matahari:
Berikut beberapa contoh resep pengobatan dengan bunga matahari yang dihimpun dari berbagai sumber:
1. Sakit kepala: bunga 25-30 gram direbus bersama 1 telor ayam (tidak dipecahkan) dalam 3 gelas air hingga tinggal setengah gelas. Minum sesudah makan, 2 kali sehari.
2. Radang payudara (mastitis): ambil beberapa kepala bunga (tanpa biji) dipotong halus, lalu dijemur. Setelah kering,  disangrai sampai hangus kemudian digiling sampai halus (jadi tepung). Ambil 10-15 gram, campur dengan sedikit arak putih, gula secukupnya, dan setengah gelas air hangat. Minum 3 kali sehari.
3. Rematik: kepala bunga digodok sampai jadi seperti kanji, dinginkan lalu tempelkan (borehkan) pada tempat yang sakit.
4. Sulit buang air besar dan air kecil: rebus 15-30 gram akar segar dengan 4 gelas air hingga menyisakan 2 gelas. Dinginkan dan saring. Minum 2 kali masing-masing 1 gelas.
5. Disentri : 30 gram biji diseduh, kemudian ditim selama 1 jam. Setelah diangkat, tambahkan gula batu secukupnya lalu minum.
sumber : http://kompas.co.id/read/xml/2008/08/06/23061426/bunga.matahari.pereda.aneka.nyeri

Selama ini biji bunga matahari dikenal sebagai bahan pembuat kuaci. Padahal sebenarnya biji bunga matahari memiliki kaya kandungan nutrisi yang tidak bisa kita remehkan. Pada biji bunga matahari terkandung protein, fosfor, lemak, magnesium, besi dan potasium.

Kandungan lemak pada biji bunga matahari mencapai 50%, bila kita padukan dengan susu dan hasil olahannya, biji bunga matahari dapat menjadi makanan yang mengeyangkan bagi sel tubuh.

Jika dihancurkan biji bunga matahari akan mengeluarkan minyak, minyak ini mengandung asam likolat yang berguna untuk mengurangi endapan kolestrol pada dinding pembuluh darah. Mengkonsumsi minyak dari biji bunga matahari lebih sehat dibandingkan dengan mengkonsumsi mentega yang banyak mengandung lemak padat.

Kandungan zat besi didalamnya mampu mencegah anemia tanpa membuat kita menjadi lebih gemuk. Cocok untuk mereka yang sedang diet tapi tidak ingin terkena anemia.

Biji bunga matahari yang dikumis dapat menggantikan kacang tanah untuk digunakan sebagai taburan pada yoghurt, salad, bubur ayam dan sup.

Mulai sekarang tidak perlu ragu lagi untuk mengkonsumsi biji bunga matahari, selain memakannya sebagai kuaci.

Sumber : http://www.untukku.com/berita-untukku/biji-bunga-matahari-mencegah-anemia-untukku.html

Bunga Matahari atau Sun Flower bernama Latin Helianthus annuus berasal dari Amerika dan keluarga Aster-asteran (Asteraceae) ini merupakan tanaman tahunan (eh apa sih artinya annual plant?), pokoknya tanaman musiman yang setelah selesai berbunga, masak, kemudian modar tea.   Bunga Matahari yang subur sehat dan tumbuh di tempat layak dapat mencapai tinggi 3 meter dengan diameter bunga 30 cm. Bahkan bisa lebih.  Wah segede piring saji ya!. Untuk tumbuh baik dan benar, Bunga Matahari perlu sinar matahari yang banyak, tanah yang diairi dengan baik, subur dan lembab (kayaknya banyak tanaman emang butuh beginian kok).

Ceritanya selain saya suka banget lukisan Van Gogh yang Sunflower itu, juga lukisan Teh Mer yang airnya bekas lukisannya dia minum karena ketuker dengan cangkir teh, saya baru-baru ini menanam biji Bunga Matahari di halaman depan dan belakang rumah.  Bibit berupa biji saya dapat dari Dinda yang menanam bunga Matahari di halaman depan rumah di Ciamis yang berbunga besar-besar dan bagus sekali.  Salahnya kenapa saya sebar-sebar bijinya di antara pokok-pokok bunga mawar ya? Lah nanti kalau sudah tumbuh gede-gede, bunga mawar saya kelindes dong?  Sementara ini biji-biji Bunga Matahari itu sudah berkecambah dan mulai tumbuh nyaris sekelingking saya tingginya.

Jadi bila sedang di rumah selain tiap jam nengokin gajian saya di game Warbook geblek di Facebook yang bikin ketagihan itu, saya juga nengokin kecambah Bunga Matahari saya itu, kadang-kadang saya ajak ngomong biar cepat besar.  Selain itu yang suka saya sapa adalah dua ulat besar banget berwarna hijau yang saya biarkan hidup dan memakan daun pohon talas-talasan (hei! nanti mereka akan jadi kupu-kupu yang bagus sekali toh) dan dua ekor lebah yang rajin tiap pagi sore berdengung di sekeliling bunga-bunga mawar saya.

Oh ya Bunga Matahari ini oleh masyarakat Sunda lama ditanam di depan rumah untuk penolak bala.   Orang Jawa lama pun menanamnya untuk kebahagian dan kedamaian. Di upacara Kesodo/Kasada masyarakat Tengger beragama Hindu dijadikan sebagai bunga persembahan.  Kalau saya sih menanamnya lebih karena senang dengan bunganya yang besar-besar dan warnanya yang kuning enay.   Ya entahlah kalau misalnya nanti saya punya tanah hektaran mungkin saja suatu hari saya akan bertanam Bunga Matahari untuk diambil minyaknya sebagai biodiesel.  Atau getahnya sebagai bahan baku hypoallergic rubber, atau pasta bijinya sebagai mentega bunga matahari, atau makanan burung, atau digongseng jadi kuaci seperti halnya orang Cina yang pintar membuat kuaci dari berbagai biji-bijian.

Sumber : http://miramarsellia.wordpress.com/2007/11/13/bunga-matahari/

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.