Bunga Melati


Tamanan Melati mempunyai beberapa kandungan, antara lain: asam format, asam asetat, asam benzoat, linalool, asam salicylat, benzyl linalool ester, methyl linalool ester, benzyl alkohol, indol, methyl anthranilate, sesquiterpene, sesquiterpenalcohol, phytol, isophytal, phytyalacetate, hexenyl benzoat, methyl palmitate, methyl linolenate, geranyl-linaloal, jasmone.
Khasiat untuk pengobatan
1) Digigit binatang atau bengkak
Ambillah daun atau bunga melati secukupnya. Giling atau lumatkan hingga halus. Setelah itu, tempelkan pada bagian tubuh yang sakit.
2) Mata meradang atau memerah
Petik bunga melati sebanyak 6 g dan direbus. Sebagian air rebusannya dapat diminum dan sebagian lagi dipergunakan untuk membasuh mata.
3) Penguat rambut atau mempercepat tumbuh rambut
Siapkan 6 daun mangkokan, 2 daun pandan wangi, 6 daun urang-aring, 1 cangkir minyak kelapa, 50 ml minyak wijen, 10 gram kemiri, 2 bunga mawar, 14 bunga melati, dan 4 1 air. Minyak kelapa dan minyak wijen dicampur dan dipanaskan. Dedaunan dan kemiri ditumbuk halus. Bunga dicacah kecil-kecil. Semua bahan lantas dicampurkan dan dipanaskan di atas api kecil selama 20 menit. Air rebusan disaring dan dinginkan sebelum dioleskan ke kulit kepala sambil dipijat-pijat. Lakukan hal ini sehari 2 kali sebelum mandi.
4) Produksi ASI berlebihan
Ambil bunga dan daun melati secukupnya. Memarkan lalu tempelkan di sekitar payudara. Lakukan dengan menggantinya beberapa kali sehari.
5) Susah tidur atau insomnia
Ambillah akar melati sebanyak 1-1,5 gram, lalu dicuci bersih. Tumbuk akar tersebut dan tambahkan air matang secukupnya, lantas disaring sebelum diminum.

Sumber : http://www.klipingku.com/2009/09/manfaat-tamanan-melati-untuk-pengobatan-dan-kesehatan/

Masih ingat dengan almarhum Suzanna? Wanita yang terkenal dengan film-film horornya ini kerap memakan bunga melati. Ini bukan klenik, lho. Dari dahulu kala sebagian orang Jawa sering mengonsumsi bunga melati untuk mengharumkan tubuh dan mulut. Suzanna sendiri memakai bunga melati untuk wewangian.

Orang lain memanfaatkan bunga putih kecil ini untuk mengharumkan ruangan. Ada yang menebarnya begitu saja di meja tamu, ada pula yang meletakkannya di mangkok yang diberi air sebelum diletakkan di kamar atau sudut ruangan.
Di luar itu, melati ternyata memiliki khasiat sebagai obat. Di antaranya untuk mengobati:
Radang usus. Ambil satu genggam daun melati poncosuda (nama lain melati hutan atau melati gambir), rebus dengan 3 gelas air hingga tinggal 1 gelas, saring, minum 2 kali sehari.
Radang ginjal. Ambil 15 gram daun kering melati poncosuda, rebus dengan 2 gelas air hingga tinggal segelas. Minum 2 kali sehari sampai air kencing yang keruh menjadi normal.
Menghentikan ASI yang berlebihan. Ambil satu genggam bunga melati, cuci bersih, tumbuk halus, beri sedikit air, oleskan pada kedua payudara, kecuali puting (ingat, lakukan secara hati-hati). Diamkan sampai kering, lalu lap dengan handuk yang telah diberi air hangat. Terakhir bersihkan dengan handuk yang telah diberi air dingin.
Demam, pilek, dan diare. Ambil bunga melati 4 gram, teh hijau 4 gram, kapulaga 3 gram, cuci bersih semua bahan, rebus dengan air 1,5 gelas, hingga tinggal 1 gelas. Minum sehari sekali selama 3-7 hari.
Sakit mata (mata merah dan belekan). Ambil satu genggam daun melati, cuci bersih, tumbuk halus, beri sedikit air, tempelkan pada kening dekat mata. Lakukan sehari 2 kali selama 3 hari.
Sesak nafas. Ambil 3 gram bunga melati kering, 3 kuntum bunga kenanga, 2 sendok gula pasir, cuci bersih, rebus dengan 400 cc air hingga tinggal separuhnya, saring, minum 2 kali sehari.

Sumber : http://www.forumkami.com/forum/tanaman/31239-harumnya-melati-putih.html

Bunga Melati merupakan tanaman bunga hias berupa perdu berbatang tegak yang hidup menahun. Di Indonesia, salah satu jenis melati dijadikan sebagai simbol nasional yaitu melati putih (Jasminum sambac) karena bunganya dikaitkan dengan berbagai tradisi dar banyak suku di negara ini.

Jenis lain yang juga populer adalah melati gambir (J. officinale). Di Indonesia nama melati dikenal oleh masyarakat di seluruh wilayah Nusantara. Nama-nama daerah untuk melati adalah Menuh (Bali), Meulu cut atau Meulu China (Aceh), Menyuru (Banda), Melur (Gayo dan Batak Karo), Manduru (Menado), Mundu (Bima dan Sumbawa) dan Manyora (Timor), Melati Salam (UMI)serta Malete (Madura).

Di Italia, melati casablanca (Jasminum officinalle), yang disebut Spanish Jasmine ditanam tahun 1692 untuk dijadikan parfum. Tahun 1665 di Inggris dibudidayakan melati putih (J. sambac) yang diperkenalkan oleh Duke Casimo de Medici. Dalam tahun 1919 ditemukan melati J. parkeri di kawasan India Barat Laut, Kemudian dibudidayakan di Inggris pada tahun 1923.

Di antara 200 jenis bunga melati yang telah diidentifikasi oleh para ahli botani baru sekitar 9 jenis melati yang umum dibudidayakan dan terdapat delapan jenis melati yang potensial untuk dijadikan tanaman hias. Sebagian besar jenis melati tumbuh liar di hutan-hutan karena belum terungkap potensi ekonomi dan sosialnya. Tanaman melati termasuk suku melati-melatian atau Oleaceae.

Jenis, varietas dan ciri-ciri penting (karakteristik) bunga melati adalah sebagai berikut:

* Jasminum sambac Air (melati putih, puspa bangsa)
* Jasminum multiflorum Andr. (melati hutan: gambir, poncosudo, ‘Star Jasmine’, J. pubescens Willd.).
* Jasminum officinale (melati casablanca, Spanish Jasmine) sinonim dengan J. floribundum = Jasmine grandiflorum). Perdu setinggi 1,5 meter.
* Jasminum rex – Melati Raja King Jasmine).
* Jasminum parkeri Dunn. (melati pot).
* Jasminum mensyi (Jasminum primulinum, melati Primrose).
* Jasminum revolutum Sims. (Melati Italia)
* Jasminum simplicifolium (Melati Australia, J. volibile, melati Bintang). Melati hibrida. Bunga berwarna merah muda dan harum.

Bunga melati bermanfaat sebagai bunga tabur, bahan industri minyak wangi, kosmetika, parfum, farmasi, penghias rangkaian bunga dan bahan campuran atau pengharum teh. Selain itu, kandungan kimia dalam bunga dan daunnya seperti indol, benzyl, livalylacetaat, terbukti efektif untuk:

Menghentikan ASI yang keluar berlebihan

Caranya, ambil satu genggam daun melati, tumbuk halus, kemudian tempelkan di seputar buah dada, setiap pagi sebelum mandi.

Bengkak akibat serangan lebah

Caranya, ambil 1 genggam bunga melati, remas-remas sampai halus, kemudian tempelkan pada bagian yang tersengat lebah.

Sakit mata

Penyakit mata yang ringan seperti mata merah atau belek karena iritasi, bisa diatasi dengan segenggam daun melati. Caranya, ambil satu genggam daun melati, tumbuk halus, kemudian tempelkan pada dahi. Bila sudah mengering ganti dengan yang baru. Ulangi sampai sembuh.

Demam dan sakit kepala

Ambil 1 genggam daun melati dan 10 kuntum bunga melati. Campur semua bahan, remas-remas dengan tangan, kemudian direndam dengan air dalam rantang. Cara menggunakannya, air rendaman ini digunakan untuk kompres dahi.

Demam berdarah

Rebus 7 lembar daun melati dan 1,25 gram belimbing dalam 250 ml air hingga menjadi 1 gelas air saja. Setelah dingin, saring dan minumkan pada penderita demam berdarah. Lakukan 3 hari berturut-turut dengan dosis 8 gelas per hari.

Sumber : http://www.anneahira.com/bunga/bunga-melati.htm

Nama Latin :
Jasminum sambac, Ait.

Nama Daerah :
Melur (Jawa), Malati (Sunda), Malate (Madura), Menuh (Bali).

Habitat :
Ditanam sebagai tanaman hias, juga tumbuh bebas di hutan.

Deskripsi :
Melati (jasminum sambac) termasuk tanaman yang mempunyai banyak manfaat. Bunganya berwarna putih mungil dan berbau harum, sering digunakan untuk berbagai kebutuhan. Melati, dapat berbunga sepanjang tahun dan dapat tumbuh subur pada tanah yang gembur dengan ketinggian sekitar 600 atau 800 meter diatas permukaan laut, asalkan mendapatkan cukup sinar matahari. Melati dapat dikembangbiakkan dengan cara stek. Tunas-tunas baru akan tampak setelah berusia sekitar 6 minggu.

Kandungan Melati:
Melati mengandung senyawa-senyawa unsur kimia yang besar manfaatnya untuk pengobatan. Kandungan kimia yang ada tersebut antara lain indol, benzyl, livalylacetaat.

Bunga Melati (Jasminum sambac, Ait)
Bunga Melati (Jasminum sambac, Ait)


Khasiat Melati :
Bunga melati berkhasiat untuk mengatasi Kelebihan ASI, Sakit mata, Demam, Sakit Kepala, Sesak Napas dll.

Resep Tradisional Melati:

  1. Sesak napas : Bahan: 20 lembar daun melati dan garam secukupnya Cara membuat: bahan tersebut direbus dengan 3 gelas air sampai mendidih hingga tinggal 2 gelas dan disaring. Cara menggunakan: ditempel di seputar buah dada, setiap pagi sebelum mandi.
  2. Bengkak akibat serangan lebah : Bahan: 1 genggam bunga melati Cara membuat: bahan tersebut diremas-remas sampai halus Cara menggunakan: ditempel pada bagian yang disengat lebah.
  3. Menghentikan ASI yang keluar berlebihan : Bahan: 1 genggam daun melati Cara membuat: bahan tersebut dipipis halus Cara menggunakan: ditempel di seputar buah dada, setiap pagi sebelum mandi.
  4. Sakit mata (mata merah atau belek) : Bahan: 1 genggam daun melati Cara membuat: bahan tersebut dipipis halus Cara menggunakan: ditempel pada dahi, apabila sudah kering diganti baru, ulangi sampai sembuh.
  5. Demam dan sakit kepala : Bahan: 1 genggam daun melati, 10 bunga melati Cara membuat: bahan tersebut diremas-remas dengan tangan, kemudian direndam dengan air dalam rantang. Cara menggunakan: air rendaman ini digunakan untuk kompres dahi.
  6. Sesak napas : Bahan: 20 lembar daun melati dan garam secukupnya Cara membuat: bahan tersebut direbus dengan 3 gelas air sampai mendidih hingga tinggal 2 gelas dan disaring. Cara menggunakan: ditempel di seputar buah dada, setiap pagi sebelum mandi.

Sumber : http://lenterahati.web.id/khasiat-melati.html#more-731

Putih-putih melati, Ali Baba

Merah-merah delima, Pinnochio

Siapa yang baik hati, Cinderella

Tentu di sayang mama

Bunga yang pertama kali kepikiran buat ditanam adalah melati. Bukan melati air lho, soalnya dulu belum tahu juga yang namanya melati air.

Kenapa pilih melati?

1. Mudah ditanam

2. Bunganya wangi

Kenyataannya, susah banget buat bikin bunga melati ini berbunga (makanya pindah ke lain hati deh, ke Melati Air yang pasti berbunga tiap pagi. Sayang engga wangi *hiks*)

Makanya, pas melati ini berbunga, wuah.. senengnya…

Bunga melati ini sering dipakai buat upacara keagamaan, pernikahan, pelengkap teh, wewangian aromatherapy, dll

Melati yang dikenal di Indonesia adalah melati putih dan melati gambir (putih kekuningan). Kalau yang baunya wangi, ya melati putih yang dikenal dengan nama latinnya Jasminium Officinale. Asal kata Jasminium ini adalah dari bahasa Iran kuno: Yasaman. Bahkan di negara jazirah Arab, penyebutan bunga ini adalah yasmin yang artinya bunga putih.

Melati yang paling wangi adalah yang masih berupa kuncup yang dipetik di pagi hari (jam 06.00-an gitu deh).

Kalo lihat film2 indo jaman dulu, ibu2 suka mengharumkan tempat tidurnya dengan menaburkan melati; atau seperti my collague suka menyimpan semangkok melati di mobil sebagai pengganti wewangian mobil yang sangat chemical itu. Wanginya harum dan samar. Atau kalau ke toko batik di Yogya, suka juga dicampur dengan bunga kenanga (~Cananga Odorata~ punya juga lho…! *hehehe bangga nih*) dan racikan irisan halus daun pandan (~Pandanus Amaryllifolium~ yang ini juga ada di kebun). Campuran ini diletakkan di mangkok/bokor dan diletakkan di berbagai sudut toko. Makanya wanginya khas deh; selain tentunya wangi dari batik iu sendiri.

Atau kalo lagi ke tempat spa, kalo mau berendam dengan bunga yang disebut bunga setaman, tentu pakai melati juga selain mawar, cempakan dan kenanga.

Selain itu, di secangkir teh khas Indonesia hampir dipastikan ada campuran bunga melati juga. Bahkan, teh hijau dari Dilmah ada juga lho yang menggunakan melati sebagai campurannya. Wah.. paper teabag yang ini benar2 nikmat dan wangi. Namanya Special Green Tea – Jasmine (Pure green tea with natural jasmine flower).

Pastinya, banyak deh yang bisa dimanfaatkan dari sekuntum kecil putih melati.

Makanya, ayo menanam melati di kebun kita…

Penanaman & Perawatan

Pada masa awal pertumbuhan, tanaman memerlukan tambahan pupuk urea atau nitrogen yang dibutuhkannya untuk membantu perkembangan vegetatif (pertumbuhan daun, percabangan, penambahan tiggi batang dan perakaran) secukupnya, sekali dalam setiap 2 bulan. Tanaman baru akan berbunga setelah usia 10 bulan. Mula2 bunga yang dihasilkannya sedikit, tetapi setelah berusia 18 bulan, bunganya mencapai jumlah maksimal.

Pada saat berbunga ini, pupuk yang diberikan adalah pupuk yang merangsang pembentukan bunga, yang mengandung fosfor seperti pupuk TSP dengan kombinasi pupuk yang menganduk kalium seperti KCL atau ZK.

Untuk memperbanyak bunga, dapay dilakukan dengan cara pemangkasan bagian cabang tanaman atau dengan memberikan penyemprotan zat perangsang (spt: Cyocel atau Etheral) tumbuhnya bunga pada bagian bawah daun tanaman melati.

Sumber : http://admonike.multiply.com/journal/item/73/Melati_Putih

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.