Bunga Matahari atau Sun Flower bernama Latin Helianthus annuus berasal dari Amerika dan keluarga Aster-asteran (Asteraceae) ini merupakan tanaman tahunan (eh apa sih artinya annual plant?), pokoknya tanaman musiman yang setelah selesai berbunga, masak, kemudian modar tea.   Bunga Matahari yang subur sehat dan tumbuh di tempat layak dapat mencapai tinggi 3 meter dengan diameter bunga 30 cm. Bahkan bisa lebih.  Wah segede piring saji ya!. Untuk tumbuh baik dan benar, Bunga Matahari perlu sinar matahari yang banyak, tanah yang diairi dengan baik, subur dan lembab (kayaknya banyak tanaman emang butuh beginian kok).

Ceritanya selain saya suka banget lukisan Van Gogh yang Sunflower itu, juga lukisan Teh Mer yang airnya bekas lukisannya dia minum karena ketuker dengan cangkir teh, saya baru-baru ini menanam biji Bunga Matahari di halaman depan dan belakang rumah.  Bibit berupa biji saya dapat dari Dinda yang menanam bunga Matahari di halaman depan rumah di Ciamis yang berbunga besar-besar dan bagus sekali.  Salahnya kenapa saya sebar-sebar bijinya di antara pokok-pokok bunga mawar ya? Lah nanti kalau sudah tumbuh gede-gede, bunga mawar saya kelindes dong?  Sementara ini biji-biji Bunga Matahari itu sudah berkecambah dan mulai tumbuh nyaris sekelingking saya tingginya.

Jadi bila sedang di rumah selain tiap jam nengokin gajian saya di game Warbook geblek di Facebook yang bikin ketagihan itu, saya juga nengokin kecambah Bunga Matahari saya itu, kadang-kadang saya ajak ngomong biar cepat besar.  Selain itu yang suka saya sapa adalah dua ulat besar banget berwarna hijau yang saya biarkan hidup dan memakan daun pohon talas-talasan (hei! nanti mereka akan jadi kupu-kupu yang bagus sekali toh) dan dua ekor lebah yang rajin tiap pagi sore berdengung di sekeliling bunga-bunga mawar saya.

Oh ya Bunga Matahari ini oleh masyarakat Sunda lama ditanam di depan rumah untuk penolak bala.   Orang Jawa lama pun menanamnya untuk kebahagian dan kedamaian. Di upacara Kesodo/Kasada masyarakat Tengger beragama Hindu dijadikan sebagai bunga persembahan.  Kalau saya sih menanamnya lebih karena senang dengan bunganya yang besar-besar dan warnanya yang kuning enay.   Ya entahlah kalau misalnya nanti saya punya tanah hektaran mungkin saja suatu hari saya akan bertanam Bunga Matahari untuk diambil minyaknya sebagai biodiesel.  Atau getahnya sebagai bahan baku hypoallergic rubber, atau pasta bijinya sebagai mentega bunga matahari, atau makanan burung, atau digongseng jadi kuaci seperti halnya orang Cina yang pintar membuat kuaci dari berbagai biji-bijian.

Sumber : http://miramarsellia.wordpress.com/2007/11/13/bunga-matahari/