Masih ingat dengan almarhum Suzanna? Wanita yang terkenal dengan film-film horornya ini kerap memakan bunga melati. Ini bukan klenik, lho. Dari dahulu kala sebagian orang Jawa sering mengonsumsi bunga melati untuk mengharumkan tubuh dan mulut. Suzanna sendiri memakai bunga melati untuk wewangian.

Orang lain memanfaatkan bunga putih kecil ini untuk mengharumkan ruangan. Ada yang menebarnya begitu saja di meja tamu, ada pula yang meletakkannya di mangkok yang diberi air sebelum diletakkan di kamar atau sudut ruangan.
Di luar itu, melati ternyata memiliki khasiat sebagai obat. Di antaranya untuk mengobati:
Radang usus. Ambil satu genggam daun melati poncosuda (nama lain melati hutan atau melati gambir), rebus dengan 3 gelas air hingga tinggal 1 gelas, saring, minum 2 kali sehari.
Radang ginjal. Ambil 15 gram daun kering melati poncosuda, rebus dengan 2 gelas air hingga tinggal segelas. Minum 2 kali sehari sampai air kencing yang keruh menjadi normal.
Menghentikan ASI yang berlebihan. Ambil satu genggam bunga melati, cuci bersih, tumbuk halus, beri sedikit air, oleskan pada kedua payudara, kecuali puting (ingat, lakukan secara hati-hati). Diamkan sampai kering, lalu lap dengan handuk yang telah diberi air hangat. Terakhir bersihkan dengan handuk yang telah diberi air dingin.
Demam, pilek, dan diare. Ambil bunga melati 4 gram, teh hijau 4 gram, kapulaga 3 gram, cuci bersih semua bahan, rebus dengan air 1,5 gelas, hingga tinggal 1 gelas. Minum sehari sekali selama 3-7 hari.
Sakit mata (mata merah dan belekan). Ambil satu genggam daun melati, cuci bersih, tumbuk halus, beri sedikit air, tempelkan pada kening dekat mata. Lakukan sehari 2 kali selama 3 hari.
Sesak nafas. Ambil 3 gram bunga melati kering, 3 kuntum bunga kenanga, 2 sendok gula pasir, cuci bersih, rebus dengan 400 cc air hingga tinggal separuhnya, saring, minum 2 kali sehari.

Sumber : http://www.forumkami.com/forum/tanaman/31239-harumnya-melati-putih.html