Namanya saja bunga kering, berarti bunga ini sama sekali tidak boleh tersentuh air. Bunga kering sebaiknya ditaruh di dalam ruangan ber-AC. Jangan menaruh bunga kering di luar, khawatir terkena embun dan hujan, bisa rusak. “Air menjadi musuh utama bunga kering.. Sentuhan air menyebabkan bunga kering mudah rapuh, dan warnanya memudar,” kata Eni Saputra.

Menurut perajin bunga kering itu, cara” membersihkan bunga kering sangat mudah. “Keluarkan dari vas, lalu bersihkan setiap tangkai bunga dengan lap kering. Bersihkan bunga dari debu. Jangan sampai debu tebal melekat pada bunga, dahan, atau daun. Perhatikan bentuk bunga yang bertumpuk-tumpuk, biasanya debu bersembunyi di sela-sela bunga,” katanya. “Perhatikan bunga kering yang tidak diwadahi,bunga kering yang diletakkan dalam vas, digantung, atau menempel di tembok. Bunga ini cepat kotor terkena debu. Minimal dua hari sekali tangkai-tangkai bunga harus dibersihkan. Sedangkan bunga kering yang taruh dalam frame cukup dibersihkan seminggu sekali. Selesai dibersihkan, masukkan kembali bunga kering ke tempat semula,” tambahnya.

Daya tahan Perawatan yang benar, tambah Eni, akan membuat daya tahan bunga kering semakin lama. Minimal bisa dua hingga tiga tahun. Bunga kering dari limbah tanaman tertentu, ujar Eni, daya tahannya bisa lebih lama lagi, bisa sampai lima tahun.

Daya tahan bunga kering, selain ditentukan perawatannya, dan bahannya, juga kualitas pembuatan bunganya. Bunga berkualitas menggunakan bahan pewarna yang baik, tidak cepat pudar. Ditambah bahan pengawet agar tahan lama, dan tidak mudah rapuh.

Untuk mengetahui bunga kering berkualitas atau tidak, lanjut perajin bunga Cendani ini, mudah saja. Bisa dilihat secara kasat mata. Dari sisi harga, jauh lebih murah, pertangkai kurang dari Rp 3.000. Bentuk bunganya lebih pasaran, karena dibuat para pekerja dengan jumlah banyak. Hasilnya kurang mulus, karena lebih mementingkan kuantitas ketimbang nilai seni.

Sebaliknya, bunga kering yang berkualitas, papar Eni, harganya lebih mahal, bisa dua kali lipat dari bunga kering biasa. Bentuknya mirip dengan bunga asli, karena si perajin mengerjakannya dengan telaten, handmade, dan mengedepankan nilai seni. evidia

Sumber : http://bataviase.co.id/detailberita-10555190.html